kutulis sajak ini mengingat hari jumat adalah sorga buat tuhan
sorga yang ia ciptakan khusus buatnya.di mana orang-orang
menanam doa dan memenuhi jubahnya yang begitu kuasa
agar tak terlalu lupa,sorga putih di luasan langit yang
ke tujuh
sementara di lain arah dunia ini,perang begitu koyak
darah
menangis sampai tak sisa,bocah-bocah tak lagi
bercita-cita
cuma ingin membalas,peluru dengan peluru,mimpi senjata
sebab tuhan adalah penonton yang setia dari derita dalam
doa
jumat jalanan begitu sepi serapah dan omong-omong rusak,
mata-mata di ambang sebuah jendela awan gemawan,
mengintip nakal orang-orang yang tengah berdoa
begitu kitab yang terbaca,dunia dilupakan sejenak istirah
fana
jumat merekam kalender terakhir nantinya bakal kiamat
dikisahkan,segala yang tertutup bakal menjelma telanjang
tanpa apapun putih dan tak ingin ditutupi sehelai kain
bangkit dari tanah-tanah yang merah,berkumpul di padang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar