Selasa, 20 November 2012

Sajak-sajak Terjemahan



 
Adonis,penyair Suriah yang kini eksil dan bertempat tinggal di Prancis.Nominator Nobel Sastra tahun 2011,bersama Tomas Transtromer yang memenangkannya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Diterjemahkan oleh Bagus Burham
Nuh Baru
1

Kami bepergian diatas Bahtera,dalam  lumpur dan hujan,
Dayung-dayung kami berjanji kepada Tuhan.
Kami tinggal—dan sisa Manusia mati.
Kami menjelajah diatas gelombang,menambat
Kehidupan kami untuk temali mayat-mayat yang mengisi langit.
Tapi antara Surga dan kami adalah membuka,
Sebuah jendela kapal untuk permohonan.

“Mengapa,Tuhan,apa engkau menyelamatkan kami sendiri
Di antara semua orang dan mahluk?
Dan dimana engkau memilih kami sekarang?
Untuk Tanahmu yang lain,untuk Rumah Pertama kami?
Kedalam sisa Kematian,kedalam piuhan Kehidupan?
Kami,pada arteri-arteri kami,mengalir ketakutan dari Matahari.
Kami patah arang akan Cahaya,
Kami putus asa,Tuhan,akan hari esok,
Yang memulai Hidup baru.

Jika saja kami bukanlah persemaian Kreasi,
Dari Bumi dan generasinya,
Jika saja kami memiliki Lempung atau Bara Api,
Atau sesuatu di antaranya,
Lalu kami tak semestinya melihat,
Dunia ini,Penguasanya,dan Nerakanya lebih dari dua kali.”

                                    2

Bila waktu kembali remaja,
dan air membenamkan wajah kehidupan,
dan bumi mengejang,dan bahwasannya tuhan
menghampiriku memohon,“Nuh selamatkan kehidupan!”
Aku tidak ingin menyibukkan diri dengan permintaannya.
Aku akan menjelajah dengan bahteraku,mencerabut
lempung dan kerikil dari mata kematian.
Aku akan membuka samudra raya mereka agar menjadi banjir.
dan berbisik di pembuluh darah mereka
bahwa kami telah kembali dari padang gurun
bahwa kami telah muncul dari gua
bahwa kami telah mengubah langit tahun
kami berlayar tanpa menyerah pada ketakutan kami—
kami tidak mengindahkan firman tuhan.
Pertemuan kami adalah dengan kematian.
Pantai kami adalah keakraban dan keputus asaan yang menyenangkan,
sebuah laut dingin dari air besi yang kita arungi
menuju paling ujung,tak terkejut,
lalai bahwa tuhan dan firmannya,
rindu akan perbedaan,pembaruan,penguasa.



Puisi-puisi Adonis,diterjemahkan dalam Bahasa Inggris oleh Khaled Mattawa

CINTA

Jalanan dan rumah mengasihiku,
kehidupan dan kematian,
dan kendi tanah merah
dicintai oleh air.

Para tetangga mencintaiku,
tanah lapang,pengirikan,dan api.

Bekerja keras lebih baik,
Dunia,mencintaiku

dan dihargai dengan gembira.

Dan dengan berantakan saudaraku berhambur disekeliling,
robek dari dadanya yang layu
tersembunyi oleh bulir gandum dan musim,
akik dari darah syiah

Ia adalah dewa cinta selama aku masih hidup.
Apa yang akan cinta lakukan jika akupun menjauh?
RAHASIA

Kematian menahan kami dalam rengkuhannya,
sembrono dan sederhana,
membawa kami,rahasia dengan rahasianya
dan menggulung umat kami menjelma satu.




Elegi
(Untuk Ayahku)

1.
Ayahku adalah esok
yang mengalir lembut kearah kami,
matahari,
dan diatas rumah kami awan terbit.

Aku mencintainya,perbedaan menguburkan rahasia,
jidat diselimuti tanah.

Aku mencintainya,tulangnya yang membusuk dan lumpur.

2.
Diatas rumah kami keheningan menggelombang
                                            dan ketenangan isak tangisan—
dan kala ayahku wafat
tanah lapang mengering,burung pipit berhamburan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar