.jpg)
Jejak sajak Arthur Rimbaud bisa dilacak di dua penyair besar Perancis setelahnya yaitu Charles Baudilaire dan Stephane Mallarme.Pada usia muda dia telah menelurkan berbagai sajak hebat.Rimbaud mati pada usia 37 tahun karena tumor.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diterjemahkan oleh Bagus Burham
Setelah Genangan
Sesegera
ide tentang banjir bandang telah memadam,
Seekor
kelinci terhenti di semanggi dan bunga lonceng bergoyang
dan
mengucapkan doa untuk pelangi,
melewati
jaring laba-laba.
Oh!
batu-batu mulia yang mulai bersembunyi,--
dan
bebunga yang siap memandang sekeliling,
Di
jalan utama yang kotor,kandang-kandang didirikan
Dan
perahu yang mengangkut ke arah laut,
Tinggi
berjenjang seperti jejak usang.
Darah
mengalir pada Jenggot Biru,--
melalui
rumah jagal hewan,dalam atraksi,
dimana
jendela-jendela memalis oleh segel Tuhan
Darah
dan susu mengalir.Bangunan beberang.
‘Mazagran’merokok
di bar pelosok.
Dalam
rumah kaca besar,masih menetes,
bocah
tampak berkabung,
pada
sebuah gambar ajaib.
Pintu
digedor;dan sebuah desa persegi empat
bocah
kecil melambaikan tangannya,
mengerti
akan baling baling cuaca
dan
ayam diatas menara di manapun,
di
sebuah pancuran meledak.
Madam***
memasang piano di Alpen.
Misa
dan persekutuan pertama sedang dirayakan
pada
seratus ribu altar di sebuah katedral.
Kafilah-kafilah
ditetapkan.Dan Hotel Megah telah dibangun
pada
keruntuhan es dan dari malam kutub.
Selamanya
rembulan mendengar serigala-serigala melolong
melintasi
padang pasir timi,
dan syair
pendek pada sepatu dari kayu yang menggeram di kebun.
Kemudian
di violet dan hutan menanjak,
Eucharis
berkata kepadaku ini adalah musim semi.
Menyembur,kolam,--Buih,bergulir
di jembatan dan melintasi hutan;--
muntah
hitam dan organ,pendar dan guntur,merangkak dan berguling;--
air
dan terbit dukacita dan membah Genangan lagi.
Semenjak
mereka merisau--
oh!
batu-batu mulia beranjak dikuburkan dan bunga ditabur!--
itu
tak tertahankan! dan sang Ratu,dan Penyihir yang memancarkan apinya
pada
kuali tanah tidak akan memberitahu kita apa yang ia tahu,
dan
apa yang tidak kita tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar