Selasa, 20 November 2012

Sajak Terjemahan



Jejak sajak Arthur Rimbaud bisa dilacak di dua penyair besar Perancis setelahnya yaitu Charles Baudilaire dan Stephane Mallarme.Pada usia muda dia telah menelurkan berbagai sajak hebat.Rimbaud mati pada usia 37 tahun karena tumor.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diterjemahkan oleh Bagus Burham
 
Setelah Genangan

Sesegera ide tentang banjir bandang telah memadam,
Seekor kelinci terhenti di semanggi dan bunga lonceng bergoyang
dan mengucapkan doa untuk pelangi,
melewati jaring laba-laba.

Oh! batu-batu mulia yang mulai bersembunyi,--
dan bebunga yang siap memandang sekeliling,
Di jalan utama yang kotor,kandang-kandang didirikan
Dan perahu yang mengangkut ke arah laut,
Tinggi berjenjang seperti jejak usang.

Darah mengalir pada Jenggot Biru,--
melalui rumah jagal hewan,dalam atraksi,
dimana jendela-jendela memalis oleh segel Tuhan
Darah dan susu mengalir.Bangunan beberang.

‘Mazagran’merokok di bar pelosok.
Dalam rumah kaca besar,masih menetes,
bocah tampak berkabung,
pada sebuah gambar ajaib.

Pintu digedor;dan sebuah desa persegi empat
bocah kecil melambaikan tangannya,
mengerti akan baling baling cuaca
dan ayam diatas menara di manapun,
di sebuah pancuran meledak.

Madam*** memasang piano di Alpen.
Misa dan persekutuan pertama sedang dirayakan
pada seratus ribu altar di sebuah katedral.
Kafilah-kafilah ditetapkan.Dan Hotel Megah telah dibangun
pada keruntuhan es dan dari malam kutub.

Selamanya rembulan mendengar serigala-serigala melolong
melintasi padang pasir timi,
dan syair pendek pada sepatu dari kayu yang menggeram di kebun.
Kemudian di violet dan hutan menanjak,
Eucharis berkata kepadaku ini adalah musim semi.

Menyembur,kolam,--Buih,bergulir di jembatan dan melintasi hutan;--
muntah hitam dan organ,pendar dan guntur,merangkak dan berguling;--
air dan terbit dukacita dan membah Genangan lagi.
Semenjak mereka merisau--
oh! batu-batu mulia beranjak dikuburkan dan bunga ditabur!--
itu tak tertahankan! dan sang Ratu,dan Penyihir yang memancarkan apinya
pada kuali tanah tidak akan memberitahu kita apa yang ia tahu,
dan apa yang tidak kita tahu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar