Adonis,penyair Suriah yang kini eksil dan bertempat tinggal di Prancis.Nominator Nobel Sastra tahun 2011,bersama Tomas Transtromer yang memenangkannya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Diterjemahkan oleh Bagus Burham
Nuh Baru
1
Kami
bepergian diatas Bahtera,dalam lumpur
dan hujan,
Dayung-dayung
kami berjanji kepada Tuhan.
Kami
tinggal—dan sisa Manusia mati.
Kami
menjelajah diatas gelombang,menambat
Kehidupan
kami untuk temali mayat-mayat yang mengisi langit.
Tapi
antara Surga dan kami adalah membuka,
Sebuah
jendela kapal untuk permohonan.
“Mengapa,Tuhan,apa
engkau menyelamatkan kami sendiri
Di
antara semua orang dan mahluk?
Dan
dimana engkau memilih kami sekarang?
Untuk
Tanahmu yang lain,untuk Rumah Pertama kami?
Kedalam
sisa Kematian,kedalam piuhan Kehidupan?
Kami,pada
arteri-arteri kami,mengalir ketakutan dari Matahari.
Kami
patah arang akan Cahaya,
Kami
putus asa,Tuhan,akan hari esok,
Yang
memulai Hidup baru.
Jika
saja kami bukanlah persemaian Kreasi,
Dari
Bumi dan generasinya,
Jika
saja kami memiliki Lempung atau Bara Api,
Atau
sesuatu di antaranya,
Lalu
kami tak semestinya melihat,
Dunia
ini,Penguasanya,dan Nerakanya lebih dari dua kali.”
2
Bila
waktu kembali remaja,
dan
air membenamkan wajah kehidupan,
dan
bumi mengejang,dan bahwasannya tuhan
menghampiriku
memohon,“Nuh selamatkan kehidupan!”
Aku
tidak ingin menyibukkan diri dengan permintaannya.
Aku
akan menjelajah dengan bahteraku,mencerabut
lempung
dan kerikil dari mata kematian.
Aku
akan membuka samudra raya mereka agar menjadi banjir.
dan
berbisik di pembuluh darah mereka
bahwa
kami telah kembali dari padang gurun
bahwa
kami telah muncul dari gua
bahwa
kami telah mengubah langit tahun
kami
berlayar tanpa menyerah pada ketakutan kami—
kami
tidak mengindahkan firman tuhan.
Pertemuan
kami adalah dengan kematian.
Pantai
kami adalah keakraban dan keputus asaan yang menyenangkan,
sebuah
laut dingin dari air besi yang kita arungi
menuju
paling ujung,tak terkejut,
lalai
bahwa tuhan dan firmannya,
rindu
akan perbedaan,pembaruan,penguasa.
Puisi-puisi Adonis,diterjemahkan
dalam Bahasa Inggris oleh Khaled Mattawa
CINTA
Jalanan
dan rumah mengasihiku,
kehidupan
dan kematian,
dan
kendi tanah merah
dicintai
oleh air.
Para
tetangga mencintaiku,
tanah
lapang,pengirikan,dan api.
Bekerja
keras lebih baik,
Dunia,mencintaiku
dan
dihargai dengan gembira.
Dan
dengan berantakan saudaraku berhambur disekeliling,
robek
dari dadanya yang layu
tersembunyi
oleh bulir gandum dan musim,
akik
dari darah syiah
Ia
adalah dewa cinta selama aku masih hidup.
Apa
yang akan cinta lakukan jika akupun menjauh?
RAHASIA
Kematian
menahan kami dalam rengkuhannya,
sembrono
dan sederhana,
membawa
kami,rahasia dengan rahasianya
dan
menggulung umat kami menjelma satu.
Elegi
(Untuk
Ayahku)
1.
Ayahku
adalah esok
yang
mengalir lembut kearah kami,
matahari,
dan
diatas rumah kami awan terbit.
Aku
mencintainya,perbedaan menguburkan rahasia,
jidat
diselimuti tanah.
Aku
mencintainya,tulangnya yang membusuk dan lumpur.
2.
Diatas
rumah kami keheningan menggelombang
dan
ketenangan isak tangisan—
dan
kala ayahku wafat
tanah
lapang mengering,burung pipit berhamburan.