Fish Magic, 1925
ditembakkan dari pelir
barracuda yang lolos api, tubuhnya penuh runcing seperti penggaris 16 centi ke
atas terus ke atas melewati lorong-lorong rusak yang pengap akan tetesan air
amis. terbuka menganga, lurus terus maju tanpa mundur memasuki sorga yang hilang
di Bermuda kecil warna-warni logo bunga-bungaan yang diracuni bensin dan mungkin
sundutan rokok tengik. owalah...rambut-rambut keriting siapa ini disepahkan
mulut lebar ikan lonte di danau sebelah utara?
dalam gelap yang tak
segelap hitam, pot bunga bercahaya dan aku berenangan ke sana-kemari ikut arus
besar arus tenang sungai muncrat dari lorong panjang anyir yang hangat. Pendulum pancing diisi rembulan emas yang tak
tahu aku siapa pemilik sebenarnya. Tuhan ataukah Yesus? bocah berkerucut itu
cuma meringis di samping keluasan ini, kegelapan tak terlalu gelap ini.
sebenarnya aku ikan
jenis apa? tak kukunyah bola oranye di piala itu sebab aku bukan Judas yang
khianat.
rembulan mana yang bisa
dipilih sementara robot kerempeng dipendam di dasar laut jutaan abad, tengah
menari dalam geleng kepala ribuan kali, sebelum satu hentak kecil memutus nadi
baterainya—melukai sekujur besi tua yang tak lagi luar biasa.
hanya dengan insang
kami yang berwarna, sebuah kegelapan takkan menjadi tanpa batas. cahaya selalu
ada di titik hampir buta sekalipun.
2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar