pagi yang
robek
menjenguk
warnanya
piuh angin
menusuk kulitku
dan partikel
debu
ditembaki
cahaya matari
terjatuh ke
lubuk kata
aku keluar,
menghadapi keriuhan dunia
tapi tak
mengerti apa yang mesti dicari:
tak ada
clairvoyan hidup di abad ini
tak ada masa
depan
yang
digambarkan sejelas kemarin
di
belakangku
bau cercaan
seperti bacin ludah orang tua
aku menengok
ke dalam hitam sumur
meneriakkan
namamu bertubi-tubi
pada bukit
hijau yang kosong
pada gunung
pucat
yang
membiarkan aku dilupakan
aku ungkai
kisah masa lalu
dan tidak
ada
tidak ada
lagi kegembiraan putih
tempat
anak-anak meringankan tubuh
jelma pesawat
terbang
berputar-putar
di tengah
hari
kini aku
saksi september luntur
mataku
terbawa jauh
menembus
merkuri lampu yang tersisa
bersitegang
dalam kesepian:
agar tak
bahagia
2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar