Kamis, 26 Mei 2016

Pastoral



pagi yang robek
menjenguk warnanya
piuh angin menusuk kulitku
dan partikel debu
ditembaki cahaya matari
terjatuh ke lubuk kata
aku keluar, menghadapi keriuhan dunia
tapi tak mengerti apa yang mesti dicari:
tak ada clairvoyan hidup di abad ini
tak ada masa depan
yang digambarkan sejelas kemarin
di belakangku
bau cercaan seperti bacin ludah orang tua
aku menengok ke dalam hitam sumur
meneriakkan namamu bertubi-tubi
pada bukit hijau yang kosong
pada gunung pucat
yang membiarkan aku dilupakan
aku ungkai kisah masa lalu
dan tidak ada
tidak ada lagi kegembiraan putih
tempat anak-anak meringankan tubuh
jelma pesawat terbang
berputar-putar                         
di tengah hari
kini aku saksi september luntur
mataku terbawa jauh
menembus merkuri lampu yang tersisa
bersitegang dalam kesepian:
agar tak bahagia

2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar