Jumat, 10 Agustus 2012

Menguntai Sepi



ada jarak yang lelap
merenggangkan suatu tali merah percintaan
yang baru saja diuntai
untuk memulai awal dari suatu cerita

ada pediangan yang hangat.memerlukan dua macam kelamin
mengikat rengkuh yang berlama satu sama lain

ada jalanan beraspal.menuntun kita kepada tujuan
meski malam,jalanan berubah menjadi bisik setan

ada dua tangan,meraba raba sebuah gundah dan cemas
sebab telah dilihatkan kepada mata bibir yang gemas

menangkapi kata kata rayuan yang nista
menunjukkan pikatan yang mengelabuhi
bagai tikus terhipnotis mata kucing anggora
hingga tubunya terobek taring tajamnya

ada dua kata yang meminjam masam senyum malam
‘aku-sepi’

dan berhenti di tengah jalan
memunguti kesenyapan yang berceceran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar