ada jarak yang lelap
merenggangkan suatu tali merah percintaan
yang baru saja diuntai
untuk memulai awal dari suatu cerita
ada pediangan yang hangat.memerlukan dua macam kelamin
mengikat rengkuh yang berlama satu sama lain
ada jalanan beraspal.menuntun kita kepada tujuan
meski malam,jalanan berubah menjadi bisik setan
ada dua tangan,meraba raba sebuah gundah dan cemas
sebab telah dilihatkan kepada mata bibir yang gemas
menangkapi kata kata rayuan yang nista
menunjukkan pikatan yang mengelabuhi
bagai tikus terhipnotis mata kucing anggora
hingga tubunya terobek taring tajamnya
ada dua kata yang meminjam masam senyum malam
‘aku-sepi’
dan berhenti di tengah jalan
memunguti kesenyapan yang berceceran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar