:leny,ama,nisa,o.et
mukadimah--
geletar tanganmu menafik hadirku
seperti zabib di satu asam anggur
kau kasih aku kelindan masygul
menjurus ke hati tuang selaksa pilu
embun pertama yang jatuh ketanah
dari tubir lumbu hijau teduh
menampik.kau terbenam gairah,
rasa ini luluh lantah
luruh
halimun fajar menyusut
kau bangunkan aku mimpi
aral tertemboki kini ini hati
kau meninggalkanku pergi
1/
kurapal teluh
dari dendam yang tertimbun:
api hitam membara di binar mata
laksa jarum kata siap kuedar
kutujukan buat engkau:
gadis dengan senyum berpendar
kaupecuti aku
dengan dadung pengikat lembu
terbilai aku,lepuh isi hatiku
2/
madah debu:
lewat
halimbubu
aku
isyaratkan pada angin
ini
ciuman
memang
agaknya kecil-kecil
berdentum-singgung
kepadamu
aku
debu
mencumbumu
3/
tahun baru,tahun yang menyembilu
letik kembang api,tambahkan ini elegi
hari pertama januari yang nirmala
kulalui diganggu maru
tersebab sendu menunggu gadis pembuat pilu
hari pertama masih berasa desember kelabu
meski riuh berasal dari letup-letup konfeti
nyanyi-nyanyi happy
new year diputar lagi
aku yang pasti,terus dihujam sepi
karena dadu cinta belum sempat kupaduk
masih tertinggal di awal yang gawal
mengelocak hati hari demi hari
tak ada yang pasti
pikiran-pikiran rindu yang membuncah
menenes dari otak gegar,mengenang kalah
kisah-kisah yang tak katam
kita sebut pacaran
beringsut ke dalam rahasia,semakin terpendam
tersingkap berbagai makna,cinta telah balam
kuregup dahulu rum jadah nafasmu
pengagum dan penyair aku
menulis indahmu;gadis manis
menyalir teruntuk di ngiang-pikir
4/
rimpuh duka ini,tua berambang teparmati
gadis-gadis seperti melati
wangi tak tersentuh jamah
tertinggi dalam bentuk ratna yang marwah
rikuh duka ini,tipis terabrasi
mimpi menemukan kita tertelungkup pasi
sebab pagi tengah sakit;terengah dan malis
ditutupinya cakrawala pertama yang majelis
ringkih duka ini,kurus tak terurus
kau selalu mencium melati di pipi
kupandang.kurasakan ada hati yang jelus
karena gadis lebih suka wangi ketimbang laki
yang trombol mengintip gadis membuka pepunuk
julang tinggi.sekaligus langsat tengkuk
rebah hati ini,mempersilahkan kau datangi
tapi luka yang kau beri,tak kunjung mati
membenalu menghisap energi
mengerkau terhasilkan sendu
5/
a.
elang purba memekau
diatas langit memandang segara
mencari mangsa sepenukik pukau
tak bisa lebih besar ketimbang barakuda
:laki murba mencari gadisnya
dengan rinai kata-kata,
ia mencoba menjerat hatinya
menjerembabkan gadis dalam cinta
namun apalah daya
gadis tangkal ini tipu
di sepanjang penolakan itu,
laki menekur menendang bebatu
ada air mata di hati yang lugu
b.
reranting kering pepohonan
gagak tercetus pekik sembari menapak
senja telah limbur musim gugur
dedaun berdesik satu sama lain
kesiur serangga telah mandeg
di pepohonan tanah merah bertahta taharah
kelak aku juga menyusul kakek-nenekku
jerekat ke bumi menjelma tanah
:pekau ombak dan pekik camar
aku melancongkan kaki di pesisir
aku ingat gadis-gadis dalam kenang samar
tersenyum aku kuingat tingkah mereka yang nyinyir
menyentakku untuk berbuat semestinya
dilempengkan karena mereka cinta
tetapi sekarang kita tersaput beda
menjelma lagi orang-orang yang alpa
cinta adalah anasir yang jatuh terkapar
di kubangan lumpur bahagia
c.
dari senja yang begitu jingga
aku riung terdiam di bilikku
kukhayal masa depan dengan kata-kata
;buldan eropa-teluk bosphorus
lewat jendela kupandang luasnya
terima kasih senja! aku dihibur fatamorgana
:dari malam yang syahdu hening
bulan bersinar menjelaskan ceruk maria
selaksa bintang berdenyar-denyar jauhnya
ini malam,kusingkap bentuk bulan dengan senyum wajahmu
d.
zirnikh ucapmu
mengakhiri masa indah itu
racun! racun bagiku
yang terpaksa kusesap lesap
mengakibatkanku memirau memandangi lelampu berkerjap
:tiang palka tiba-tiba melentuk
disebab garangnya angin sakal
membentur mendentum-dentum
dan camar cuma bisa mengejek
berdiri diatas tiang
6/
gadis-gadis menyembulkan wangi yang mengasap
di angin-angin teduh di hari pagi
kau gadis menjilami sedikit bibirmu
meronakan warna marun itu
kuingin mengecup disuatu waktu
tak apa haram,bisa juga muhrim
karena manusia itu pembuat dosa
kertap gaduh awan mendung yang lalim
memuntahkan asam hujan dari perbuatan manusia
ya,manusia tempat mengendapnya dosa
gadis,renggang waktu libur sajakku
sajak permen sajak yang manis
ku tak mau kau terlampau begitu
membuatku bersalah karena kau nangis
kau campuh aku dengan tombak yang kaupinjam dari ganimede
ia kecintaan zeus,aku mencintaimu
sungguh zeus begitu terlalu
mengangkat cerita orang-orang sodom dan gomorra
gadis aku tak begitu,aku mencintaimu selalu
walau kau tombak hatiku
hingga bernenesan darah keluar dari tubuhku
aku tetap,meski kecewa aku untukmu
aku tetap mencintaimu
7/
aku ingin kita berkerumus
terjerembab di rimbun hutan pinus
saat itu kau takkan menolakku
kau,pengoyak-moyak hatiku
harus disini bersamaku
fana memang indah
tak ada pinus disini
yang ada cuma pilus
makanan yang kita santap kanak dulu
8/
aku mencintaimu dengan semua dirimu
gadis,wangi tubuhmu
mengkal dadamu
binar denyar terang matamu
merah marun bibirmu
semua ‘u’ hanya untukmu
9/
I
kau bantun hatiku dengan catut
sehabis zuhud subuh di fajar merekah
gita-gitamu merajuk,
‘ya,tuhan jauhkanlah ia dari diriku
karena ia yang terburuk bagiku.’
bilamana aku merugi bagimu bak benalu
menghisap kuncup bungamu
mencuri nektar mahkotamu
aku minta maaf,itu karena aku cinta padamu gadis!
limbung jalanmu tersebab aku
biar! biar aku tenggelam beribu-ribu
dilupakanmu diganti yang baru
II
si baru menunggu-nunggu
dari tangannya terayun kepundakmu
kuat-kuat,rekat-rekat
tangannya seakan fasih menghapal namanya,
‘aku kumbakarna,aku kumbakarna sang perkasa!’
di hatiku aku berujam,aku sang pengecut yang kecut!
10/
ini ujudku yang telah sempal
sekarang kau giris melihatku gadis?
aku,kata-kataku bual-bual begal
mencoba merampok hatimu,
tak sampai ujung,tak sampai sandung
dengan sajak hati terkabar ini
kusketsa camar di langit berkembara
satu flamengo dengan penampilan gandes
menari-nari menyipak air sempit
lewat sajak telah basi
kulukis kau kau dengan darah tinta
satu hati membara di liang lesap ambles
palung jiwaku yang pernah kau gamit
membakar hati berubah merak seratus bulu
penutup--
selamat malam,pagi dan senja petang
akan sedia-selalu kukenang
gadis-gadisku yang perawan
gadis-gadisku yang rupawan
cinta ini tetap limbur bah
membuat angan-angan rebah
terjatuh sakit dihunjam lebah
melampai dedaun
melambaikan parak
terbawa angin sapu tanganku
hatiku
inginku
kasihku
selamat bertempuh jalan
yang lempeng dan berkelok gadis-gadisku!
satu waktu,pandang-kenanglah ujudku
yang kian tirus terlelap candu.