ketika angin menguakan kabut
ditebar debu begitu menderu
bujurbujur kesepian di lingkarkan
lagulagu kepedihan di kumandangkan
kursikursi tua rapuh,jarijari hancur
berdiam merdeka belum tahu apa
atau mungkin alpa pada tempatnya
puisi bukan sekedar biasa
dilahirkan bagi semesta raya
bukan berlian bukan mulia pualam
namun puisi dari altar suci penciptaan
pena lebih berat dari karungkarung gandum
yang dibawa kuli dengan tergopohnya
penyair bisa gila terusik kata
dan mati memendam kata
pucuk padi merunduk jadi
merakaatkan berkah bagi bumi
sejak angin bertaut lagi
pohonpohon bergerak kata tergerak pena
berubah puisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar