berharap aku mampu memuncaki pagi
selongsong minuman menemani
membawa malam ke akar sepi
jangkrik bersiur sahabat sejati
dendangnya hening raya
jalan kini sunyi
aspal tidak lagi bertuan
berpegang mati tiangtiang
mata tidak akan pejam
ingin sekali mataku tersejukan fajar
kabut menyusut melihat pagi
mau sekali membawa diri
meneguk embun di kala pagi
malam
tidur tanpa pejam
bangun tanpa tidur
pagi yang menostalgia puisi
pagi yang kurindu
mimpi lekaslah horor
tampar alam bawah sadarku
kembalikan pagi berhargaku
november 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar