Rabu, 09 November 2011

Insomnia

berharap aku mampu memuncaki pagi
selongsong minuman menemani
membawa malam ke akar sepi
jangkrik bersiur sahabat sejati
dendangnya hening raya
jalan kini sunyi
aspal tidak lagi bertuan
berpegang mati tiangtiang
mata tidak akan pejam

ingin sekali mataku tersejukan fajar
kabut menyusut melihat pagi
mau sekali membawa diri
meneguk embun di kala pagi

malam
tidur tanpa pejam
bangun tanpa tidur

pagi yang menostalgia puisi
pagi yang kurindu

mimpi lekaslah horor
tampar alam bawah sadarku
kembalikan pagi berhargaku

november 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar