Langkahku mundur
jalanku semakin ngawur
mabuk sebotol keras
gila sedemitdemit pelosok kota
bangkaibangkai berjalan akanku
sandal tua sepatu beludru
menendang hantam lambung
kepalmengepal tangan meninju
anyir darah peluh berciprat dari pelipisku
burungburung mematuki kulit ini
gontai makin aku gontai
jejak patah tertembak bedil
bersarang peluru paku
sedang kelewang menghadap menyayat dagingku!
arghh panas!
berlari,berlari!
hingga pagi memuntahkan tahi
belangbelang badan ini tergrogoti mimpi
biar mati
November 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar