Rhapsody Simpang Tujuh
angin menumbuk langitlangit jeda
kota biru malam yang tua
diterangi bintang tiupan sangkakala patera
lampu pijar mengerjab cerita
desing lalulalang mobilmobil
orangperorang kerasukan tawa
orangperorang kebangkitan cinta
diubahnya tali jadilah kasih
belajar membaca hati
murni dalam sekali
simpangku tujuh
lalu lalang itu
bagaikan aku
tanpa tuju
masjid matikan lampunya
belum ada pada nyala
lampu kota o lampu kota
dicerahkanya beribu jiwa
berkumpul pada tempat istimewa
simpangku tujuh
aku memandang bulanku
mengatup lisong diantara bibirbibir pahit
mengepulkan asap kereta kecil
langitku,kotaku
berlalu itu debu
susuri jejak jalan
yang terbasuh angin kerinduan
:kenangan
simpang tujuhku
desir angin malamu bagiku
mendesah mesra bagai perawan menggoda
simpang tujuhku
rasa gagalku
dibutakan rindu
Kudus,Oktober 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar