Biarkan aku membayangkanya Tuhan,impianku yang pupus,dan biarkan angin-angin yang menyaput mataku dijalan membutakanku,untuk harapan cita-cita khayalan yang telah hancur,kini aku hanya mampu merengkuh begitu banyak senja untuk kujadikan penerangku disaat hantu malam muncul memberiku bertumpuk tumpuk kekalahan.Berat kupikul;malu,terkucilkan,sedih,nestapa,derita dan tiada adalah jiwa-jiwaku sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar