Selasa, 24 Januari 2017

Envoi Sebuah Novel

kota mati yang kumasuki
adalah jam satu pagi
di mana sunyi
berkelebat dari suar
pabrik-pabrik penuh buruh
di mana sunyi
dikukukkan burung hantu

kau mengatakan sendiri dirimu
tanpa dialog dalam tubuhku
dan lampu-lampu meretih
di pucuk tiang-tiang karat
dan laron-laron ekstase
dalam cahaya-cahaya larat

di tengah ketersesatan
takkan ada tuhan
hanya ada ketakutan
dan pertanyaan
aku letakkan
pada pundak gelap Waktu

tak bisa apa-apa
takkan bisa
kecuali aku penyair tua
yang tobat dan ikut parade
dungu hari-hari omong kosong
dan membaca puisi jelekku
di sudut taman buat direkam
supaya abadi
agar aku tak sinting lagi
membunuh kincir angin
yang diam tak peduli.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar