Di Desa Eyang
Angin yang senyawa
panas yang teriknya membakar bajubaju di jemuran
pagi dengan suara tapal kuda bebentur aspal
rodaroda pedati berputar jalan
setangkai melati gugur di atas rambut kuda
suara pecut melencong ke pasar
serangga bersiuran diatas rumput
capung hijau menjentik ke air
ikan sepat menarik napas
dari kali yang jernih.
Layang layang terputus benang
berubah kini jadi limbong.
segerombolan bocah berlari menuju arah layangan jatuh ke tanah
pohon mangga yang teduh
aku bermain di bawahnya.
tanah lempung dan cacingnya.
di kali yang jernih
ikan cucut,cetak,lele,belut
setiap ku pulang eyangku bergumam
sembari berkata dengan jengkel;
"ono banaspati,nang!"
setan penghuni kali kata eyang
menarik kaki bocahbocah menuju dasar.
Sore yang syahdu
pohon kol belanda yang bergeliat keatas
di tepi kali.
kupanjat kubermain menatap kali,
lagi ikanikan berkecipak.
menjelang petang aku harus pulang.
"Candi Ala,nang"
tutur eyang.
Dan ketika malam
lampu teplok pada nyala
pedagang bakso dekat pos ronda.
bocahbocah bermain sepeda.
sedang yang lain mengaji di mushola.
Januari,2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar