Rabu, 26 Desember 2012

Setelah Sragen



Nyanyian

batang batang padi lambai melambai
piuh nafas-mu menarikan hijau gemulai
antara rambatan alir irigasi berpetak
kau kecupkan kabut di sepanjang jejak

kuhirup nafas-mu lamat lamat
oksigen  luruh,bergelinding dalam aortaku
engkau elus rambutku
sama seperti kasih ibu

serangga serangga kecil mulai berjalan
ke entah,kehidupan berputar bak globa
cepat melalu jumlah menitannya

matahari meluncur di sela doa pulangku
memainkan sirkus cahaya pada batang padi,
yang gemetar kau hembus lembut lemah

ronggeng dedaun meranggas tubuhnya
sementara lupa,menerkam wajah nenek tua
yang kehilangan denah jejak kembali
kaupun belum menunjuk pertanda;
masih ingin bermain dengan tarianmu

nenek  menaut muka pada kaca jendela perjalanan
mencoba mengira,letak pulang sebenarnya
apakah dalam tiupan lembutmu,engkau beri ia
petunjuk lupa?--sehingga ia tak mengerti jejak
pertama,ketika ia palingkan badan dari rumahnya

aku menempel hidung pada kaca yang disenter cahaya
membuat kenangan berpeta,meski tujuan cuma kata

dan nafas-mu,menautku tiba tiba

2012





Bersama Sosiawan Leak



Predik yang si



Orang Awal 2013

kita yang selalu terhenti rambu yang habis nolnya
mendekatkan pada angka yang 35
agar diam memandang segelintir rupa;orang orang
mulai membenci perempatan yang penuh lampu
panggung jalan untuk kejam dunia
dari pertapaan pak becak di kursinya,beberapa bocah
di bawah pohon penghijauan sedang menengadah:
barangkali tuhan datang dalam bentuk tangan

kita yang sejarak jaraknya dua kota,
terbenam dalam terompet tahun baru
tenggelam pada rasa gembira melebihi dosis
manusia manusia melupakan tuhannya ini malam
memasukkan-nya dalam saku ingatan
biar kembali seusai pesta

kita adalah mahluk dari keadaan yang fana
--terkaparlah tuhan dalam bibir yang lupa

agar kembali ke jalannya,kita butuh kitab
agar menemukan nama-nya kita melafal doa
agar tak lagi di desak halang rintang,kita membutuhkan-nya
agar airmata(entah bersungguh ataucuma bermain)
berubah jadi pahala,kita terisak malam malam
biar doa memanjat tangga menuju surga:
tempat tuhan entah beraktivitas apa

2012




Selasa, 18 Desember 2012

Hujan


Hujan

--apa yang tersebut hujan
    selain airmata dan kehilangan?
  mimpi mimpi masih kuncup
    tetap menyemi di ubun kepala
  menggeronjal berdesak lain mimpi
   setelah hujan memandangkan kita
  berkerumunlah warna warna
 dari kuas ajaib tuhan yang ceria
    menyuguhkan hujan seperti koktail--
/...ada hujan yang masih berkeluh,
   mengapa ia terus berhujan hujan
    sementara kami di bawahnya
 terus berjalan jalan
   tanpa mengenal takut padanya…/
--hujan berkata dalam deru
   ingin menyingkap tabir sejumlah rindu
  yang berada dibalik dada gadis ditengah
     rundungannya.ia terus menerus menderu
   hingga tersingkaplah rahasia
     sebagai tinta menulis kata
  tentang ia,dan ia yang tersingkapkan olehnya--
/…mendentum di gigir badan bocah bocah kecil
     yang riang ketika hujan datang
        dan influenza kala hujan pulang,
    tapi tubuh tak kenal hujan
      hanya kehangatan pelukan ibu
  selimut nyanyi yang lembut
    lalu ketika hujan berhenti,
 sepi menyalam setelah mimpi…/

2012

Yang Perempuan Kalah


Perempuan Terpatahkan Jantungnya

memejam engkau,terbelah duka dalam dada,
asalmana alpa yang membentuk jantung patah
dan urat nadi kecewa,mengeja sebentuk kata
yang bertulis: kita akhiri saja hubungan ini [?]

kau semat airmata seperti air terjun runtuh
dari puncak kemilaunya yang deras
tanggalkan cincin di sebelah jari manis
sebelum berakhir menunduk dan kian lemas

agar sesuatu itu,wajah yang kau sebalkan pada mulut
yang menggigit ujung dengan ujung.kau memejam
memulai waktu,berdoa ada pembalasan bara dendam

ketika airmata cuma diseka kecewa
kecewa mengupas api gelora benci
mengekal-kepalkan kesumat luka

gadis,engkau pulang tanpa membawa apa apa
cuma segala yang lahiriah terbawa
di rampas pacarmu yang kau puja
dengan segala kecewa,berakhir jadi bubur

2012