Sabtu, 31 Desember 2011

Puisi Tahun Baru

-kepada 1 Januari 2012

langit kota kami begitu merintih
mendekap anakanaknya dalam bui awan
angin menyaput dedaunan
hujan tiba setitiktitik.

kepada 31 desember 2011
serupa kau dengan kelamnya sunyi jalanan
yang menyapu isak tangisan pedagang jagung bakar
seperti kau dengan kejamnya menghunjam hujan dingin
dan pedagang es tungtung kewalahan
dengan mukanya yang memelas kembali dari itu jalan
menuju ini jalan:berulang dan ulang
ku melihat seorang tua dengan blangkon kresek meminta sepuntung rokok pada pemuda
ku menyaksikanya meminta sepeser rupiah buat makanya
sama seperti 31 desember 2010.

berpijaran warna api di langit kota
hujan sudah reda,jalan lagi gempita
tentang segala pedih dan kerasnya hidup kulihat dan kucerna
alangkah begitu bahagia hidupku dengan papa dan mama.

begitu juga kau teman,kau serupa sayap yang melambungkanku
membuatku berpuisi akan cinta,kepedihan dan wanita.

tiup terompetmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar