Senin, 31 Maret 2014

CAMAR JONATHAN LIVINGSTON

Camar Jonathan Livingston adalah sebuah novela yang ditulis Richard Bach tentang seekor burung camar yang memiliki cara terbang lain dari burung camar lazimnya.Ketika ia menemukan bahwa terbang itu tidak mesti mengepak sayap seperti burung lainnya dan hidup hanya untuk mencari makan,maka kebebasannya telah ia raih. Ia mulai melatih kemampuan terbangnya dan diasingkan oleh kelompoknya. Ia menemukan para 'camar terkucil' lain yang mempunyai kesenangan akan terbang seperti dirinya,dan ia bertemu Chiang,seekor camar super gesit yang melampaui batasan jarak dan waktu.

Jonathan Livingston adalah gambaran manusia yang lain dari manusia lainnya. Kebebasan ada,dan bisa kita raih dengan jalan yang telah kita tentukan. Hidup,meski terasing dan terkucil dari lainnya,tidaklah menyakitkan.Sebenarnya penderitaan yang terus dialami jika diresapi lebih dalam maka itulah kebahagiaan. Dan kisah sang camar bisa mengajari kita tentang mencari kebebasan yang selama ini kita idamkan. Tidak perlu meniru orang lain,jadilah diri sendiri yang apa adanya.

(bersambung)

Sabtu, 15 Maret 2014

REMBULAN DI KILOMETER KAMI


-untuk kawan-kawan bahasa

rembulan membekas pada mataku.akhir pekan penyair
orang-orang sibuk menertawakan nasibnya.dan orang-orang
tak pernah selesai dari kegembiraan yang direka.jalan panjang
menghantarku menujumu yang jauh yang lelah hujan deras jatuh
di tapak jejakku melalui udara kotor malam minggu dan truk-truk
tak bisa hidup karena cuaca sukar ditebak.aku menujumu,dari waktu
bergerak lamban.kesepian adalah lagu gembira malam-malam kami
sebab dengannya dapat meneruskan puisi yang gagal

menjaring lebat terangmu,metafora apa,mesti kami sandingkan
bagi pecah perjalanan karena hujan.menggigil ditetak selaksa runcing
aku menujumu.jiwa-jiwa yang sendiri menyusut ke dalam aku
langit hitam merintih kepada jalan kami yang patah dan tertatih
mencelupkan airmatanya dalam dada kami dengan sekian dingin
pecah-melebar,membasuh setiap degup demi degup detak

“aku harus memotret mereka berdua untuk kenangan yang bakal dilupa”
roda-roda mesin dingin diterobos angin.menujumu,mencangklong berat
beban ke pundak kami berempat:terjatuh ke dasar gunung;mengangkat
 ke puncak gunung.dan kemenangan sepertinya sudah dekat
“datanglah wahai doa-doa agar memberkahi kami sampai tujuan”

sepanjang kilometer pekat yang kau sambung dari lebat cahyamu,
aku ingin menyimpannya dalam tahun-tahun depan.menyimpannya
seperti lebat hujan ditelan rekah tanah dengan wangi basah.nanti
aku berusaha datang lagi berjalan beriringan denganmu,dengan kami
rembulan membekas pada mataku.akhir pekan penyair
orang-orang sibuk menertawakan nasibnya.dan orang-orang
tak pernah selesai dari kegembiraan yang direka….

2014

Sabtu, 08 Maret 2014

DATANG DARI MASA LALU



aku sampai pada abad ini,menampakkan wahyu yang tersisa
mereka tidak mengerti,menjadi sendiri dapat mendengar hening
seputih-putihnya.mereka tidak akan tahu arti ketiadaan
yang bakal menggebuk diri mereka nantinya
mereka cuma manusia,panik karena kesusahan sementara

seperti udara yang tetap hidup dari lampau
aku harus meneruskan sajak-sajak di bawah
yang mengalir pada arus sungai waktu

engkau yang belum mengetahuiku,takkan pernah lebih tahu
sebab diam begini,menyimpan jutaan abadi
sebagai aku

batu