Rabu, 25 Desember 2013

HUJAN DAN KEHAMPAAN MENGURUNG KITA

O'Keffe

yang menjelma gerimis di dalam sini
adalah kesepian mengamatimu tertawa,
bercanda mengenai dunia dan jam-jamnya
aku ialah inci pertama menetes ke pundakmu
yang lelah mengawinkan kebahagiaan dan
rasa cemas menunggu jarum langit  berhenti
menusuki bumi.omongan-omongan disekap
suara gaduh.padahal dingin telah lama
menyerang dada kita.memberi apa-apa di diri:
semacam melankoli yang sama

basuhlah kuncup lentik matamu dengan rindu itu
ia telah tidak sungkan menunggumu di kaca jendela
barangkali kamu bisa menyamakannya dengan airmata.
yang bersisa setelah tidak lagi ada kenangan cukup
untuk dirayakan bersama-sama.yang dirayakan tidaklah
cukup meski kenangan tidak lagi bersisa.basuhkanlah
apabila kedip yang diredam angin november
tidak lagi mengerti apa arti memejam mengingkari
mimpi.yang melunaskan segala rasa bahagia tanpa
tahu apa itu sebenarnya

di mana satu-satunya yang patut kita tunggu:
segala runtuh dari jatuh dan jatuh milik diri
meski berusaha berpura-pura bahagia.di ambang
paling ini,aku tidak ragu-ragu menunjukkannya
kepadamu,walaupun kamu cuma kesia-siaan
dari semua waktu yang telah berlalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar