peluit itu suara cahaya mewartakan kegaduhan
aku bersidekap.kamu duduk di depan televisi
betah menonton hingga airmata pedih mengucur
setelah dibebat ratusan kekhawatiran atas nama jarak jauh
belum begitu kenal aku dengan orang-orang ini
mereka seperti datang dari masa lalu,atau masa depan
dengan tawa berderai bagai badai,mengusir sepi
dengan hening menggeming tanpa berpaling menghenyak
mereka semua adalah teman dari teman-temanku
tapi ada yang berbeda,seperti telah alpa dari kesadarannya
atau mungkin aku[?]
setelah kamu menangis,aku tahu,kamu adalah orang
yang telah tumbuh jadi aku di sebuah hidup
yang kamu anggap mirip cerita-cerita dalam novel
dengan kebahagiaan di akhir kisahnya
tapi sudahlah.ayo lupakan kesalahanku
sebab mereka tak perlu tahu
ada penyair yang selalu bercermin
untuk mengetahui seberapa sungguh dia waras
2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar