Rabu, 18 September 2013

Fragmen Gondangmanis


menghirup udara gondangmanis yang sejuk
malam hari kota lelap jam-jam hening
aku mengingat dirimu yang klandestin:
sebab hati wanita adalah genang rahasia;
lautmu banjiri koral-koral mati di tepi pantai
hatiku yang lama meninggalkan deburnya

dan kelepak burung-burung di lindap daun
menjelma ibu kasih bagi kata-kata
berpilin mengejar seluruh jarak waktu
menghunus bagai tajam mata pedang
pecah berserpih di kantung mataku
aku sudah penghabisan

suar lampu-lampu telah redup
mungkin,di kedalaman angin dingin
kamu temukan tidurmu yang nyenyak,
lulabiku dengan suara-suara parau
terhanyut di sungai ke dunia bawah
seperti ophelia

gondangmanis tempat sajak terjalin
dari pacul-pacul petani tebu
dari bau tembakau pabrik-pabrik
malam ini,bawalah aku menemukannya


2013

Kamis, 12 September 2013

big yellow taxi



jangan bawa kasihku pergi.matahari belum usai
senja lagi turun ke kecil lintas mata menghujung barat
langit jingga baru kerasa menemboki dinding kamar
sajak tak kunjung selesai membaca cerita gabriel garcia

menumbuhkan kesimpulan ganjil.kasihku,tak usah
pulang meringkas kisah yang kamu tempel di dadamu
sebab hari ini,sudah sangat menghisap kita.jalan-jalan
yang kamu sibuki itu,telah rakus mematuk kaki langkah
meski selalu tumbuh yang baru dari semangkuk bakso
atau jus buah,tetapi aku sudah letih terus dihancur jarak

dengan berat hati,kisah itu mesti kamu tinggalkan
sebelum aku comot sendiri dengan tanganku yang kerasan
duh,jangan kuning sore yang memulangkanmu
biar aku antar ke rumah yang ramah itu

kali ini,panjang sore seperti dua kali panjang semula
ditambah tiga setengah kecepatan udara
membikin wangi rambutmu kesampai di hidungku
dan aku tak rela memulangkanmu ke rumah
ingin berlama-lama.sore beranjak lebih lama

baiklah,biarkan senja kuning itu berpesta
mengantarmu pulang.tapi jangan terlalu akrab
bisa-bisa kamu memacarinya

2013

keasingan sebuah kelas



peluit itu suara cahaya mewartakan kegaduhan
aku bersidekap.kamu duduk di depan televisi
betah menonton hingga airmata pedih mengucur
setelah dibebat ratusan kekhawatiran atas nama jarak jauh

belum begitu kenal aku dengan orang-orang ini
mereka seperti datang dari masa lalu,atau masa depan
dengan tawa berderai bagai badai,mengusir sepi
dengan hening menggeming tanpa berpaling menghenyak
mereka semua adalah teman dari teman-temanku
tapi ada yang berbeda,seperti telah alpa dari kesadarannya
atau mungkin aku[?]

setelah kamu menangis,aku tahu,kamu adalah orang
yang telah tumbuh jadi aku di sebuah hidup
yang kamu anggap mirip cerita-cerita dalam novel
dengan kebahagiaan di akhir kisahnya

tapi sudahlah.ayo lupakan kesalahanku
sebab mereka tak perlu tahu
ada penyair yang selalu bercermin
untuk mengetahui seberapa sungguh dia waras

2013