Minggu, 20 Mei 2012


Postpone

serasa aku di kimbang angin
pagi yang memuliakan hari
kicau nyanyi,teduh pohon
bel bunyi motor,matahari
menyapa ini pagi
membangun mimpi yang jali
memulai awal yang rusak
oleh prahara tak bernasib
yang menugaskan badan
serdadu di depan.
berbekal setengah ransum
tanpa dasar ketahanan
dan keberanian
berdukalah aku,
mengundurkan diri
dari mimpi-mimpi
sejenak menunda jalan.

kenangan terlampaui
kota-kota saudara
terlangkahi dua tiga jam
kilometer yang menyuguhkan
sawah-sawah
sungai-sungai
mimpi-mimpi
keteduhan-kerindangan
terekam selamanya amerta
dikandung badan dalam
dua hal:getir dan manisnya

geletar jiwa
menangis yang kesekian
pada jengah yang kuasa
meminta reda
supaya kembali
ke tanah lahir bunda.

bertepuk sepi
berbunyi hening
bercengkrama sunyi
kamar hanya menampilkan senja
cerlang dalam sepia.
menunda adalah untuk masa depan
yang lebih dari angan
:sajak dan puisi yang cerah berawan.

Mei,2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar