Rabu, 01 Februari 2012

Perjalanan Lalu


: dyasari

Bertahan lukaluka itu yang kemudian menahun
Dari dasar hati yang sedih
Pemandangan jauh yang biru
Angin yang sebegitu pongah berlalu
Daundaun lekat dipipi genteng
Hujan merinai membasahi sudutsudut kota.

Apakah aku?
Dan lupakah aku?
Perjalanan lalu
Penuh dengan nestapa
Sonder kemalangan sonder kesialan
di kotakota rantai,merajam.

Dikotaku,menara yang alim.
di kota orang,sawah menghampar luas
Kali bergelora panjangnya
Perjalanan lalu
Harapan yang bisu.

Capung-capung di kali
Nyanyikan lagu jangkrik
Kodok berkoar
Mimpi masih basah.


Apakah aku,
kertas tanpa pena?
Senja tanpa kemilau?

Januari 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar