Sabtu, 31 Desember 2011

Puisi Tahun Baru

-kepada 1 Januari 2012

langit kota kami begitu merintih
mendekap anakanaknya dalam bui awan
angin menyaput dedaunan
hujan tiba setitiktitik.

kepada 31 desember 2011
serupa kau dengan kelamnya sunyi jalanan
yang menyapu isak tangisan pedagang jagung bakar
seperti kau dengan kejamnya menghunjam hujan dingin
dan pedagang es tungtung kewalahan
dengan mukanya yang memelas kembali dari itu jalan
menuju ini jalan:berulang dan ulang
ku melihat seorang tua dengan blangkon kresek meminta sepuntung rokok pada pemuda
ku menyaksikanya meminta sepeser rupiah buat makanya
sama seperti 31 desember 2010.

berpijaran warna api di langit kota
hujan sudah reda,jalan lagi gempita
tentang segala pedih dan kerasnya hidup kulihat dan kucerna
alangkah begitu bahagia hidupku dengan papa dan mama.

begitu juga kau teman,kau serupa sayap yang melambungkanku
membuatku berpuisi akan cinta,kepedihan dan wanita.

tiup terompetmu

Minggu, 25 Desember 2011

Sajak Peristiwa Remaja

Jika kulihat langit yang senja,seperti sorga yang merubah rupa
jingga terjurai membentang warna
yang renta yang telah tua
kini bekerja dengan peluh sakitnya
yang muda yang remaja
berpestapora dengan ketelanjangan sosial budaya
kami purba akan aksara kerja
kami alpa akan jalan menuju masjid
kami tertawa melihat bocah serampangan menariknarik kami meminta uang:dan kami melemparkan koin kepadanya
tanpa tahu kami,arti 100 rupiah baginya
kadang kami membinasakan uang di ranahranah yang lembab
kami gengsi dengan yang terjatuh yang terlena
kami tidak memungutnya lagi,padahal bagi orangtua kami,uang itu serupa mataair:memberi makan,dan buat kami jajan
apa yang salah lembarlembar kertas lamaran berserakan tanpa lowongan
ada yang sebelum ujian :yang hamil duluan
kami terlalu pongah untuk mengartikan pengorbanan
kau,aku dan dia selalu menggedorgedorkan kata berbagi,namun tak sekalipun kita memberi pada pengemis yang duduk di pintu keluar pom bensin,dengan tergopohnya dan buntung kakinya.
bayangan menarik kami pada lubang hitam dan terjerembab bokep dan narkoba
apa yang salah dari negeri ini,dimulai dari elit sampai kita kaum remaja semua menyukai lenggok wanita telanjang yang direkam
apa jadinya?
kita telah kotor,berdusta dan sebuah fana
segalanya,berpasti pada satu titik:perubahan
langit yang tadinya mendung mau mencerah lagi sebab burungburung takmau lagi kelaparan

Akhir 2011,masih mendera keedanan diri

Sabtu, 03 Desember 2011

Pada Sebuah Gambar

Kota itu berdiam tentram
diam menunggu melambailambai bagiku
langkahnya terantuk gunung
dan laut di sekitar
:sedang,beribu merpati turun dari langit
menyapa turis dengan kepaknya
singgah bagi pembawa jagung di tanganya
bertengger di lengan pemberi remahremah roti.

kupejamkan sebentar bolabola mata
kukhayalkan kota yang indah disana
bulevarbulevar dan bangunan
cahaya lembayung yang tenang
angin lembut syahdu
menyaput kening dan mata.

kusambut kekasihku
bunga Itali
gadis Itali
kaca mata hitam
rambut tergerai, panjang
bungabunga tersia di potpot rumah
pagi yang indah penuh penduduk ramah.

November 2011