Rabu, 06 Agustus 2014

KANAK WAKTU


musim hujan pulang ke surga.bumi bagai bocah melupa layangan lepas ke angin
setelah ibu menyuruhnya kembali.burung-burung jiwamu terbentang luas di tengah padi
sawah melepas cahaya mengombak di alunannya.ibumu menyuruh kita pulang
pulang mengayuh kaki-kaki ke arah pintu dimana rindu dipersiapkan bagi dua pipimu:
cium itu seawet penantiannya yang seolah betah di kursi goyang lalu menjadi nenek.

setiap wajah yang alur kecantikannya menebar aroma sendiri.ini blossom bajumu disetrika
dengan kebaikan ibu yang tak pernah pudar.mengertilah,seorang keras kepala tidak bisa
dipecahkan kecuali ia memecah dirinya sejenak untuk percaya pada kemauan.musim hujan
pulang ke surga.bumi bagai bocah lupa layangan lepas ke angin dan menangis akan percuma.

datang kembali ke rumahmu. kita sadar,waktu mengulang pertama kali buah jambu terjatuh ke kepalaku
anak-anak masih mencari ikan-ikan mabuk air kencing mereka. seorang kakek terbiasa memandang
langit biru di tampuk matanya. kau mencintai kami sebagai sahabat yang masih terus nakal meski dinasihati. kau mencintai hujan yang pulang ke surga dan bumi bagai bocah lupa layangan lepas ke angin
lepas ke angin dan menangis….


2014

Jumat, 01 Agustus 2014

TITIK MULA PUISI


Tuhan adalah Kata
Maka jadilah

2014

TELEPON SALAH SAMBUNG

TELEPON SALAH SAMBUNG

dari jarak jerusalem ataukah kota keparat yang berisik engkau menelponku? ribuan pengemis turun ke jalan setiap hari seperti ribuan telepon yang salah diangkat telinga.suara wanita dan pria tua menelpon di subuh buta. ada apa? sekian. dulu hanya ada dada. mengirim sinyal pada dua dada lainnya. simpang siur melambai melayangkan kabar lalu ke telingaku-telingamu orang-orang salah menjadi perbincangan yang salah

aku sudah tidak aku sejak bunyi kabar yang bertanya siapa namaku. aku adalah aku bukan orang lain. tetapi engkau bertanya aku yang lain meski aku menjawab aku adalah aku. ini kesalahan. aku harus selesai dan pulang. dada….

2014