musim hujan
pulang ke surga.bumi bagai bocah melupa layangan lepas ke angin
setelah ibu
menyuruhnya kembali.burung-burung jiwamu terbentang luas di tengah padi
sawah melepas
cahaya mengombak di alunannya.ibumu menyuruh kita pulang
pulang
mengayuh kaki-kaki ke arah pintu dimana rindu dipersiapkan bagi dua pipimu:
cium itu
seawet penantiannya yang seolah betah di kursi goyang lalu menjadi nenek.
setiap wajah
yang alur kecantikannya menebar aroma sendiri.ini blossom bajumu disetrika
dengan
kebaikan ibu yang tak pernah pudar.mengertilah,seorang keras kepala tidak bisa
dipecahkan
kecuali ia memecah dirinya sejenak untuk percaya pada kemauan.musim hujan
pulang ke
surga.bumi bagai bocah lupa layangan lepas ke angin dan menangis akan percuma.
datang
kembali ke rumahmu. kita sadar,waktu mengulang pertama kali buah jambu terjatuh
ke kepalaku
anak-anak
masih mencari ikan-ikan mabuk air kencing mereka. seorang kakek terbiasa
memandang
langit biru
di tampuk matanya. kau mencintai kami sebagai sahabat yang masih terus nakal
meski dinasihati. kau mencintai hujan yang pulang ke surga dan bumi bagai bocah
lupa layangan lepas ke angin
lepas ke
angin dan menangis….
2014