Sabtu, 19 April 2014

JENDELA APRIL

SEORANG ANAK MENJEMPUT BULAN DARI MATANYA

dia telah datang padamu sebagai cahaya malam itu
seperti terang pintu terbuka bagi kepulangan langkahmu
dia melepas segala gempita yang sepi padamu sekalian
mengayuh kau ke tinggi yang sebelumnya tak terjabani
kita akan berdansa seolah waktu menyanyikan piano
kau bergembira,sekali ini saja.dan selamanya tak ada

aku mengira segenap terang dari mata kita adalah kelindan
yang terbebat sepanjang jalan usia.memanggul wajahnya
aku diberatkan pada sebuah melankoli.seperti sisifus
kita takkan lari.kita tak mungkin berpaling menuju lain
sebab kehidupan belum selesai,tak bisa meraih jauh

dengan mata yang menghidupkan pesta begini
kita makin dekat padanya di antara rasi tanpa nama
melantunkan engkau sendirian,seorang anak yang tak letih
memancing bulan jauh-jauh.menyusup khidmat
seorang anak yang menjadi diriku saat ini